Sabtu, 27 September 2014

MEMBANGUN RUMAH ISLAMI




Rumahku Surgaku,...

 Kalimat Pendek dan Sederhana, sarat makna juga penuh Motivasi dan Inspirasi ini membangunkan kita untuk memiliki Rumah Impian.

 Rumah Impian tidak selamanya harus besar dengan peralatan lux dan lengkap, melainkan bisa bermakna rumah mungil yang tertata rapi dan penuh dengan perhitungan serta proporsional dalam pengaturannya. Mungkin kita pernah melihat sebuah rumah walaupun kecil namun terasa sangat menyenangkan dan luas ataupun rumah besar namun dijejali dengan perabotan sehingga terasa sumpek. 






 Semua itu tergantung dari bagaimana kita sewaktu memulai membangun rumah itu sendiri.
Berikut beberapa aturan Islami yang perlu diperhatikan ketika mulai mendesain Rumah Islami dengan senantiasa memperhatikan faktor lingkungannya yang disharing dari Majalah Nikah.



Rumah ibarat cermin penghuninya
Rumah adalah cermin bagi penghuninya. Bagi mereka yang menyukai kebersihan, maka akan tampak keadaan rumahnya selalu bersih. Bagi mereka yang suka seni dan keindahan, maka akan tampak bangunan rumahnya berarsitektur indah dan dikelilingi oleh aneka rupa bunga dan ornamen-ornamen lain yang bernilai seni dan keindahan. Demikian juga bagi mereka yang mempunya ghirah Islam dan mencintai sunnah, maka akan tampak desain dan ornamen-ornamen rumahnya sedikit banyak akan tersentuh corak Islam dan mengikuti gaya sunnah.

Jangan bermegah-megahan
Bagi seorang muslim, janganlah rumah dijadikan wahana ajang pamer dan gengsi sehingga menjadikan sibuk berlomba-lomba dalam mempermegah rumah. Janganlah melalaikan dan melupakan berlomba-lomba yang lebih baik dari itu, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan dan takwa. Hal ini sebagaimana firman Allah, 'bermegah-megahan telah melalaikan kamu."

Cara mendesain rumah islami
Walaupun Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam sendiri tidak memberikan contoh dalam mendesain rumah, tapi dari sunnah-sunnah yang ada, hendaknya itu dijadikan acuan/pegangan kita dalam membuat dan mendesain sebuah rumah.

Diantara hal-hal yang harus diperhatikan adalah:
 1.       Tidak perlu meminta petunjuk dari orang pintar/paranormal untuk menentukan hari dan tanggal yang baik dalam membuat rumah karena semua hari dan tanggal itu baik disisi Allah. Mempercayai hal-hal yang berbau takhayul bisa membuat kita jatuh dalam perbuatan syirik.
2.      Karena rumah adalah kehormatan dan rahasia, maka jangan membuat rumah yang banyak kaca tembus pandangnya hingga memungkinkan orang luar bisa melihat ke dalam rumah kita. Hal ini untuk menjaga rahasia dan aurat keluarga kita.
3.        Akan lebih baik jika kita membuat rumah dengan kamar yang banyak sehingga kita bisa memisahkan kamar anak laki-laki dan perempuan. Juga jika sewaktu-waktu ada tamu yang ingin bermalam, kita bisa membantunya menyediakan kamar. Tapi hendaknya kamar untuk tamu terpisah dari ruang keluarga sehingga tidak memungkinkan tamu bisa melihat dengan bebas ruang keluarga.
4.         WC atau toilet hendaknya dibuat tidak menghadap/membelakangi kiblat karena ada larangan Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam. Meskipun ada khilaf, jika tertutup dengan bangunan maka diperbolehkan. tapi untuk kehati-hatian lebih baik menghadap ke arah lain.
5.        Jangan meninggikan bangunan, karena itu termasuk tanda-tanda hari kiamat sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam ketika ditanya oleh malaikat jibril.

Jadi... rumah yang baik bukanlah rumah mewah yang berarsitektur tinggi dan mahal, tetapi rumah yang didesain dengan sentuhan sunnah nabi. Yang tak kalah penting, jangan lupa membangun keimanan kita agar lebih mantap dan tidak goyah oleh gelombang-gelombang perusak iman. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar